Showing posts sorted by relevance for query investasi-syariah-vs-investasi-non-syariah. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query investasi-syariah-vs-investasi-non-syariah. Sort by date Show all posts

Saturday, May 19, 2018

Perbandingan Investasi Syariah Vs Investasi Non Syariah

Apa yang terlintas dalam benak anda dikala mendengar nama syariah? Mungkin bagi sebagian orang kata syariah teramat asing. Namun bagi orang yang menganut agama Islam secara kaffah atau mendalami agama Islam secara mendalam mengerti betul arti dari kata syariah yaitu ketetapan-ketetapan dari Allah SWT berupa hukum-hukum yang wajib dijalani oleh insan dan bila ditinggalkan akan berdosa.

Agama Islam bukan hanya mengatur ibadah ritual ibarat shalat, zakat dan puasa. Namun juga mengatur tata cara kehidupan bermasyarakat dan ekonomi yang kemudian disebut ekonomi Islam. Dalam prinsip ekonomi Islam sebuah harta benda diharamkan untuk ditimbun. Melainkan harta benda harus diputar dan dimanfaatkan sebaik mungkin biar sanggup terus bertambah dan berkembang yang memperlihatkan kemaslahatan bagi diri sendiri, keluarga dan orang banyak. Dari sinilah jelas, agama Islam menyuruh penganutnya biar kaya raya dan bebas finansial dengan melaksanakan investasi yang halal dan menguntungkan.
 Apa yang terlintas dalam benak anda dikala mendengar nama syariah Perbandingan Investasi Syariah Vs Investasi Non Syariah

Akan tetapi, perbankan dan sistem investasi di Indonesia sebagian besar masih memakai sistem investasi konvensional non syariah yang terkadang bertabrakan dengan aturan syara muamalah. Oleh alasannya yaitu itu, lahirlah investasi syariah yang sesuai dengan aturan Islam yang di dalamnya tidak mengandung unsur dosa, riba, penipuan, merugikan banyak orang dan samar-samar. Yang artinya, investasi syariah bukan hanya menguntungkan di dunia tapi juga yang penting di akhirat. Apalah artinya untung besar di dunia tapi di alam abadi melarat. Itulah pentingnya melaksanakan investasi syariah ketimbang investasi non syariah atau konvensional.

Perbandingan Investasi Syariah Vs Investasi Non Syariah
Mengingat luasnya pokok bahasan mengenai investasi syariah dan non syariah di Indonesia maka penulis akan membatasi pada problem perbedaan atau perbandingan investasi syariah vs investasi non syariah atau konvensional.

Perbandingan antara investasi syariah dan non syariah terlihat perbedaannya dari landasan aturan yang digunakan atau sumber hukum. Investasi syariah bersumber pada aturan Al Qur’an yang berupa firman-firman Allah SWT dan hadits sebagai perinci atau penjelas Al Qur’an serta kesepakatan para ulama atau ijma. Itulah sumber aturan investasi syariah yang tidak akan berubah hingga hari kiamat.

Adapun sumber aturan bagi investasi konvensional atau non syariah yaitu kesepakatan para insan yang terlibat di dalamnya dalam rangka mengeruk laba sebesar-besarnya yang terkadang tidak memperhatikan halal atau haram ibarat adanya aturan riba yang telah diatur melalui undang-undang, norma atau peraturan pemerintah.

Pendek kata, investasi non syariah atau konvensional yaitu investasi pada umumnya insan yang hanya mementingkan keduniaan tanpa mementingkan akhirat. Berbeda sekali dengan investasi syariah yang lebih mementingkan alam abadi dan dunia secara seimbang biar harta semakin berkembang dengan investasi.  

Perbandingan berikutnya dari investasi syariah vs investasi non syariah (konvensional) yaitu dari pihak kelembagaan. Apabila investasi syariah, pihak bank sebagai pengelola dana masyarakat. Sedangkan investasi konvensional, pihak bank sebagai pemilik modal yang menyalurkan dana nasabah ke banyak sekali jenis perjuangan tanpa mempedulikan jenis perjuangan haram atau halal. Yang penting menguntungkan dan sanggup membayar bunga bank kepada nasabahnya secara rutin.

Perbedaan selanjutnya yang tak kalah menarik antara investasi non syariah vs investasi syariah terletak pada kepemilikan dana. Apabila investasi konvensional non syariah, kepemilikan dana yaitu milik perusahaan yang bebas memakai dana nasabah untuk kepentingan usahanya. Hal ini berbeda sekali dengan investasi syariah dimana kepemilikan dana pada sebuah perusahaan yaitu hasil patungan akseptor dan perusahaan yang harus disetujui kedua belah pihak dalam pengelolaannya.

Sebagaimana telah diketahui bersama investasi syariah menerapkan prinsip tolong menolong antara pihak yang terlibat di dalamnya, ibarat investor, bank, perusahaan perjuangan atau bisnis dll. Sistem keadilan pun merupakan prinsip dasar selanjutnya yang harus diterapkan dengan sistem bagi hasil yang adil sesuai nisbah dan kesepakatan para pihak yang terlibat di dalamnya. Dan yang jauh lebih penting lagi, investasi syariah terbebas dari bunga bank, riba, penipuan, perjuangan yang haram dll.

Menyikapi semakin tingginya tingkat kesadaran masyarat muslim di Indonesia mengenai betapa pentingnya melaksanakan investasi syariah yang barokah dunia dan alam abadi menciptakan tumbuh suburnya bank-bank syariah di tanah air kolam jamur di ekspresi dominan penghujan. Misalnya bank BRI mempunyai BRI Syariah, Bank Mega mempunyai Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, Bank Mandiri mempunyai Bank Syariah Mandiri, BPR Syariah, Pegadaian Syariah, dan lain sebagainya.

Namun seringkali anggapan sebagian kecil masyarakat menganggap bank syariah masih memakai sistem riba. Jangan hingga dinamakan perbankan syariah tapi di dalamnya mengandung unsur haram dan riba. Oleh alasannya yaitu itu, dibentuklah forum pengawas bank syariah ibarat Dewan Pengawas Syariah Majelis Ulama Indonesia.

Perbandingan yang sangat dalam dari investasi syariah vs investasi non syariah terletak perbedaannya dari misi yang diembannya. Investasi syariah mempunyai misi menyebarkan harta benda untuk kepentingan masyarakat, pemberdayaan ekonomi umat Islam, bersifat tolong menolong, mengharapkan keridhoan Allah SWT yang mengandung nilai-nilai ibadah. Yang di dalamnya tercantum keharusan atau kewajiban untuk membayar zakat atau sodaqoh bagi investor atau nasabah.

Misalnya dikala penulis melaksanakan investasi deposito syariah di Bank Muamalat ditawarkan mau dipotong zakat atau tidak. Hal ini terperinci bahwa investasi syariah misi utamanya yaitu ibadah lantaran Allah SWT. Hal ini berbeda dengan investasi konvensional non syariah yang lebih mementingkan urusan duniawi atau ekonomi individual tanpa mementingkan urusan alam abadi sama sekali.

Dari uraian di atas sangat terperinci perbandingan dan perbedaan antara investasi syariah vs investasi konvensional non syariah. Langkah selanjutnya menilai secara objektif. Bagaimana berdasarkan anda mana yang lebih menguntungkan dunia akhirat? Tentu saja investasi syariah. Oleh alasannya yaitu itu, kini ini mulai banyak orang beragama Islam memindahkan aset berharga mereka dalam bentuk investasi syariah.

Investasi syariah menjadi sebuah produk investasi terkenal akhir-akhir ini yang sanggup dilakukan secara offline maupun online. Investasi syariah sangat beragam. Misalnya deposito syariah, tabungan syariah, reksadana, obligasi, bisnis yang berlandaskan pada aturan Islam, surat berharga, pasar modal syariah, investasi emas di forum syariah dan lain sebagainya. Beragam produk investasi syariah sanggup dipilih sesuai kebutuhan dan perencanaan, rentang waktu dan imbal hasil yang ingin didapatkan. Jika ingin mendapat untung tidak mengecewakan besar seseorang sanggup mengambil produk investasi pasar modal syariah.

Perbedaan Pasar Modal Non Syariah dan Pasar Modal Syariah
Para investor di tanah air seringkali menanamkan uang mereka pada emiten saham di bursa efek yang konvensional. Seiring dengan tingkat kesadaran masyarakat Islam Indonesia sangat tinggi terhadap kebutuhan investasi syariah maka dibentuklah pasar modal syariah sesuai peraturan dan ketetapan dari Majelis Ulama Indonesia.

Adapun yang menjadi perbedaan pasar modal syariah vs non syariah atau konvensional terletak pada banyak hal. Pasar modal syariah hanya mengeluarkan indeks saham-saham yang sesuai syariat Islam, saham bersifat halal, tidak mengandung unsur haram, perjuangan terlarang, penipuan, riba, spekulatif dll. Sedangkan pasar modal konvensional non syariah memasukan seluruh saham di bursa saham dengan mengabaikan aspek syariat atau tidak mempedulikan segi haram halal dari saham tersebut. Di dalamnya terlihat terperinci tercampur aduk antara riba, haram, manipulatif, dan spekulasi.

Instrumen investasi yang dijualbelikan atau sanggup digunakan untuk kepentingan investasi para investor di pasar modal syariah antara lain : obligasi syariah, saham, reksadana syariah yang bersifat mudharabah, salam, musyarakah, istina, dan ijarah. Sedangkan instrumen investasi di pasar modal konvensional yaitu saham, opsi, reksadana, right, obligasi, dan waran. Tampak lebih banyak produk investasi di pasar modal non syariah lantaran tidak selektif dalam menentukan jenis investasi sesuai syariat atau saham yang halal dan haram bercampur di bursa saham.

Perbedaan Obligasi Non Syariah dan Obligasi Syariah
Obligasi konvensional non syariah dijalankan atas dasar prinsip bunga. Sedangkan obligasi syariah dijalankan atas dasar janji perjanjian mudharabah sesuai ketentuan aliran Dewan Syariah Nasional MUI nomor 7 tahun 2000 mengenai pembiayaan sistem mudharabah. Pemegang obligasi syariah berperan sebagai pemodal. Adapun pemegang obligasi konvensional berperan sebagai kreditur atau berpiutang.

Lalu emiten obligasi syariah harus melaksanakan acara perjuangan yang halal dan berdasarkan ketentuan dan syariat aturan Islam. Sedangkan emiten obligasi non syariah dalam acara usahanya dibebaskan walaupun bertabrakan dengan aturan Islam. Dan terakhir perbedaan obligasi syariah dan non syariah terletak pada bagi hasil yang didapatkan. Obligasi syariah bagi hasil berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya. Adapun untuk obligasi konvensional laba nisbah berdasarkan ketentuan tingkat suku bunga Bank Indonesia yang berlaku.

Perbandingan Reksadana Syariah dan Reksadana Konvensional
Reksadana konvensional dijalankan berdasarkan kontrak investasi yang mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 mengenai pasar modal. Sedangkan reksadana syariah dijalankan atas dasar janji wakalah dan mudharabah yang berpatokan pada ketentuan Dewan Pengawas Syariat Nasional MUI mengenai Reksadana Syariah. Untuk reksadana syariah, emiten investasi harus bergerak dalam sektor perjuangan halal sesuai syariat. Sedangkan emiten pada reksadana konvensional tak diharuskan sesuai syariah.

Mana Yang Lebih Bagus, Investasi Syariah atau Non Syariah
Para ilmuwan dan mahir ekonomi yang telah mengadakan penelitian kinerja investasi syariah dan non syariah menyimpulkan bahwa kini kinerja saham syariah tidak jauh beda dari segi profit dari investasi konvensional. Bahkan banyak pengamat ekonomi menyampaikan bahwa produk investasi syariah sedikit lebih baik dari non syariah. Dari situlah jelas, perbandingan investasi syariah vs investasi non syariah tidak jauh beda dari segi laba atau profit.

Sumber SAKRAM

Friday, May 18, 2018

Investasi Syariah Terbaik 2018, Ini Daftar Pilihannya

Fenomena bank syariah menjadi terkenal dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal tersebut tak terlepas dari impian secara umum dikuasai penduduk beragama Islam di Indonesia yang ingin melaksanakan transaksi investasi di perbankan secara syariah, terhindar dari riba, manipulatif, spekulatif dll. Konsep dasar perbankan Islam telah ada di dalam Al Alquran dan hadits. Yang kemudian oleh para ekonom muslim modern diwujudkan dalam bentuk bank syariah. Sehingga hingga kini ini bangunan bank syariah sangat gampang kita jumpai di banyak sekali kota besar di Indonesia. Seperti Jakarta, Bandung, Cimahi, Palembang, Padang, Riau, Sumedang, Bengkulu, Lampung, Surabaya, Semarang, Solo dan kota besar lainnya di seluruh wilayah nusantara.

Beragam produk investasi menguntungkan tersedia di perbankan syariah. Namun demikian, masih sedikit orang beragama Islam yang menanamkan uang mereka di bank syariah. Hal tersebut disebabkan banyak faktor. Salah satunya ketidaktahuan mereka terhadap banyak sekali macam dan jenis produk investasi syariah. Padahal kalau mereka mengetahui seluk beluk investasi syariah pastinya akan menguntungkan ketimbang investasi di bank konvensional. Misalnya bank syariah menerapkan prinsip yang halal, keadilan dan saling tolong menolong, tidak mengandung riba, dll. Oleh alasannya ialah itu, penulis akan menjelaskannya mengenai kumpulan investasi syariah terbaik 2018 di bank syariah.
 Fenomena bank syariah menjadi terkenal dalam beberapa tahun terakhir ini Investasi Syariah Terbaik 2018, Ini Daftar Pilihannya

Kelebihan Investasi Syariah vs Investasi Konvensional
Yang membedakan investasi syariah dengan  investasi konvensional terletak pada proses dan sifat. Investasi syariah tidak mengandung yang namanya bunga atau riba dalam laba investasi melainkan menerapkan bagi hasil atau nisbah. Hal ini tampak lebih adil bagi semua pihak yang terlibat didalamnya menyerupai pemilik modal, nasabah, bank, pemilik perjuangan dll dalam menanggung resiko perjuangan secara bersama.

Jumlah laba investasi konvensional sanggup ditentukan menurut tingkat suku bunga yang diterapkan ketika itu. Hal ini berbeda sekali dengan jumlah bagi hasil di bank syariah yang tidak sanggup ditentukan besaran jumlahnya. Besaran jumlah return investasi syariah tidak tetap melainkan berubah-ubah ditentukan oleh banyak faktor contohnya performa usaha, jenis investasi yang dilakukan, biaya operasional dan kinerja bank, dll. Namun menurut pengalaman dan pengamatan banyak ekonom, return atau bagi hasil dari investasi syariah hampir sama dengan bank konvensional non syariah. Bahkan terkadang sedikit lebih baik dari return bank konvensional.

Jika investasi konvensional pembagian laba menurut bunga atau riba. Dimana resiko perjuangan hanya dibebankan pada pemilik perjuangan maupun bank. Walaupun perjuangan sedang rugi maka nasabah tetap mendapat laba berupa bunga yang sudah ditentukan sebelumnya. Tampak sistem investasi non syariah tidak memperlihatkan rasa keadilan bagi semua orang. Sehingga kini banyak orang menentukan investasi syariah, baik muslim maupun non muslim.

Dalam mengelola dana masyarakat itu, bank syariah hanya menyalurkannya pada sektor perjuangan yang halal yang berpatokan pada prinsip dasar ekonomi Islam. Sedangkan mengenai legalitasnya, investasi syariah sudah dijamin oleh pemerintah dan diawasi pribadi oleh Dewan Pengawas Syariah dan MUI. Sehingga keberadaannya diakui oleh pemerintah melalui aturan undang-undang. Misalnya pasar modal syariah.

Investasi Syariah Terbaik 2018, Ini Daftar Pilihannya
Dalam produk investasi syariah ada beberapa jenis emiten dan tingkatan laba yang sanggup dipilih. Hal ini sanggup diadaptasi dengan taktik perencanaan, kebutuhan dan masa tempo. Semua investasi syariah semuanya baik lantaran sesuai dengan prinsip aturan Islam. Namun diantara yang baik ada yang terbaik. Untuk kini di tahun 2018, inilah daftar investasi syariah terbaik yang sanggup sahabat pilih, antara lain :

Deposito
Tentu anda sudah mengenal dengan jenis investasi ini. Deposito syariah memperlihatkan laba (return) lebih besar ketimbang produk tabungan di bank syariah. Keuntungan yang diperoleh nasabah dalam masa jatuh tempo deposito menurut nisbah atau persentase bagi hasil. Besaran laba tergantung kinerja bank dan jangka waktu yang dipilih. Semakin usang semakin besar laba yang diperoleh. Jika performa bank sedang baik maka laba akan baik. Apabila kinerja bank kurang baik maka bagi hasil akan kurang memuaskan. Sehingga tidak sanggup ditentukan jumlah keuntungan. Hal ini berbeda dengan deposito di bank konvensional yang memperlihatkan return secara tetap dan sudah diketahui besarannya.

Mengenai besaran prosentase bagi hasil bagi nasabah sebagai pihak investor, dan bank sebagai pengelola dana biasanya sudah terpampang terang di papan pengumuman bank. Biasanya sekitar 60 : 40. Maksudnya, anda akan mendapat prosentase laba sebesar 60 persen dari investasi deposito syariah. Sedangkan bank memperoleh prosentase laba sebesar 40 persen dari hasil investasi deposito. Dan pada bulan selanjutnya, pembagian laba investasi deposito di bank syariah didasarkan atas nisbah itu yang telah disepakati sebelumnya. Jika ingin mendapat laba lebih tinggi maka jangka waktu deposito yang dipilih sanggup lebih panjang. Umumnya, deposito syariah dalam jangka waktu satu bulan nisbah yang diberlakukan 50 : 50. Apabila deposito syariah yang diambil dengan jangka waktu 12 bulan berlaku nisbah 55 : 45.

Cara Praktis Melakukan Investasi Deposito Syariah
Namun untuk memulai investasi deposito syariah diharapkan beberapa persyaratan antara lain anda mempunyai jumlah uang dengan minimal untuk deposito yang di setiap bank ditentukan berbeda-beda. Seperti di bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri disingkat BSM ditentukan untuk berinvestasi deposito minimal uang yang harus disetorkan Rp 10 juta.

Cara untuk melaksanakan deposito di bank syariah sangat mudah. Pertama, tentukan terlebih dahulu bank syariah bereputasi baik yang hendak dituju di kota terdekat anda. Kemudian siapkan uang untuk investasi deposito sebesar 10 juta rupiah ke atas. Lebih besar uang yang didepositokan maka semakin besar laba yang anda dapatkan. Lalu persiapkan pula KTP sebagai bukti identitas kepemilikan investasi deposito kelak.

Setelah berkas dan persyaratan lengkap kemudian mendatangi kantor bank syariah terdekat. Selanjutnya, mendatangi customer service bank atau  mengambil arahan antrian untuk menghubungi customer service jikalau penuh. Setelah dipanggil anda sanggup pribadi mengutarakan niat dan maksud untuk berdeposito syariah. Customer service akan mengurusi semua hal sehingga anda telah mendapat bukti kepemilikan investasi deposito syariah di bank tersebut. Pembagian laba hasil deposito sanggup ditransfer pribadi melalui buku tabungan atau diambil langsung. Sistem perpanjangan deposito sanggup memakai sistem ARO atau tidak. Namun saran penulis lebih baik memakai sistem otomatis perpanjangan jatuh tempo. Sehingga meringankan anda dalam berinvestasi deposito di bank syariah.

Saham
Investasi terbaik lainnya di tahun 2018 ketika kini ialah saham. Anda tentu mengenal saham yaitu sebuah penyertaan modal kepada perusahaan dimana sang pemodal akan memperoleh manfaatnya dari hasil penyertaan modal tersebut secara adil. Kini seiring ditetapkan Keputusan MUI mengenai kewajiban mengaplikasikan syariah di pasar modal pada tahun 2011 mengakibatkan bursa saham di Indonesia kini tidak hanya menyediakan saham konvensional melainkan juga saham syariah yang bergerak dalam jenis perjuangan yang halal.

Asuransi Syariah
Anda tentu mengenal jenis investasi syariah asuransi? Ya asuransi syariah berbeda dengan asuransi konvensional. Dimana selain mendapat perlindungan biaya perawatan, kecelakaan, kesehatan dll premi iuran bulanan yang disetorkan para nasabah dikelola juga oleh perusahaan untuk kepentingan investasi. Dimasa berakhir cicilan atau habis kontrak maka uang premi nasabah itu sanggup diambil disertai laba hasil investasi dalam waktu lama. Salah satu emiten produk investasi jenis ini yang sangat direkomendasikan oleh penulis ialah investasi syariah asuransi prudential. Karena mempunyai kinerja manis dan mempunyai reputasi baik.

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional terletak pada premi yang dibayarkan. Jika pada bank syariah premi iuran yang dibayarkan tetap milik nasabah. Sedangkan pada asuransi konvensional, iuran premi asuransi yang dibayarkan menjadi milik perusahaan dimana perusahaan membeli resiko nasabah atau terjadi transaksi jual beli resiko. Hal ini berbeda dengan asuransi syariah. Dana asuransi tetap milik nasabah yang dipercayakan kepada perusahaan untuk dikembangkan dan dikelola secara baik dan menguntungkan sesuai syariat.

Reksadana Syariah
Jenis investasi syariah terbaik di tahun 2018 dan diminati banyak orang ialah reksadana. Investasi ini merupakan wadah untuk mengumpulkan dana dari masyarakat. Dana masyarakat itu dikelola oleh manager investasi yang menyalurkannya pada emiten indeks saham syariah menyerupai ISSI atau Jakarta Islamic Index (JII) yang bergerak di bidang perjuangan yang menguntungkan serta halal, tidak mengandung bunga, riba, dan pada emiten itu dikenakan kewajiban membayar zakat. Semua saham yang berbasis syariah itu mendapat pengawasan ketat dari Dewan Pengawas Syariah MUI. Untuk berinvestasi reksadana syariah sanggup dilakukan secara offline maupun online. Untuk online sanggup melakukannya melalui situs-situs bank syariah terpercaya dan bereputasi bagus.

Kesimpulannya, dengan melaksanakan investasi syariah yang bersistem mudharabah dipastikan harta dan hidup akan berkah, selamat dunia akhirat. Sebagaimana Nabi SAW bersabda “Tiga jenis yang memperoleh berkah. Salah satunya ialah transaksi mudharabah.”

Demikianlah daftar investasi syariah terbaik 2018. Sebenarnya masih banyak jenis investasi syariah terbaik lainnya menyerupai tabungan, giro, obligasi syariah, dan lain-lain. Namun semua itu sudah cukup untuk mewakilinya. Semoga sanggup bermanfaat bagi anda semua.

Sumber SAKRAM